Sapi Jenis Belgian Blue Dan Limousin 1.3 Ton Jadi Hewan Qurban Keluarga Besar HRahmat Muhajirin

Read Time:1 Minute, 39 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)- Tiga ekor sapi jenis limonsin dan Belgian blue dengan bobot antara 1.1 ton hingga 1.3 ton, serta empat sapi lokal dengan berat masing-masing 800/900 kg, menjadi hewan Qurban yang disembelih keluarga besar H.Rahmat Muhajirin SH.MH dan Hj Mimik Idayana SAP, pada Peringatan Idul Adha 1447 H/2026, Rabu (27/5/2026).

Keempat hewan qurban ini, disiapkan untuk 4000 masyarakat penerima yang tersebar di Kecamatan Candi dan sekitarnya.

“Idul Qurban tahun 2036 ini, kami salurkan kepada sekitar 4000 penerima di empat desa. Daging kami kemas dalam wadah dengan alas daun jati agar darahnya terserap dan daging tetap segar saat diterima,” ujar Wabup Mimik Idayana.

Yang menarik, daging tidak dikemas dalam plastik seperti umumnya, melainkan menggunakan besek bambu beralas daun jati.

Inovasi ini tak hanya ramah lingkungan, tapi juga menjaga kualitas daging tetap segar hingga sampai ke tangan penerima.

“Kita kurangi penggunaan plastik yang memang membahayakan kesehatan,” tuturnya.

Untuk pesan Idul Qurban tahun ini bagi keluarga besar Rahmat Muhajirin, adalah berbagi sesama dengan keikhlasan.

Makna ini menurut Rahmat Muhajirin, adalah wujud kasih sayang kepada masyarakat Sidoarjo.

“Ikhlas berbagi di hari yang baik ini, semoga memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Rahmat Muhajirin.

Sementara itu, untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo turun langsung melakukan pemeriksaan, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan.

“Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan organ-organ seperti jantung, paru-paru, dan hati, semuanya dalam kondisi normal. Artinya hewan sehat, dan dagingnya aman dikonsumsi,” jelas drh. Arif Widodo dari Dinas Pangan dan Pertanian Pemkab Sidoarjo.

Tim pemeriksa disebar ke 18 kecamatan, dengan fokus ke titik-titik pemotongan besar seperti Masjid Agung, Kodim, dan Polres. Hewan dari luar daerah wajib disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan tetap diperiksa ulang saat tiba di Sidoarjo.

“Jika ada yang terindikasi sakit, langsung kami isolasi agar tidak dipotong maupun diperjualbelikan. Dalam pemeriksaan pasca-pemotongan, temuan umum hanya cacing hati, yang tidak berbahaya. Organ yang rusak kami afkir, sementara bagian lainnya tetap layak konsumsi,” tambahnya. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *