Lelang RS Sedati Kembali Dibuka, Anggota Komisi C Minta Berjalan Transparan

Read Time:2 Minute, 6 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Pembangunan rumah sakit (RS) Type B di Sedati, bakal dilanjutkan pada tahun ini dengan anggaran Rp 47,5 miliar.

Progresnya telah memasuki masa tender (lelang terbuka) dikelola Unit Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (UPPBJ) Pemkab Sidoarjo.

Pembangunan rumah sakit sebagai langka pemerataan pelayanan kesehatan ini semestinya sudah harus selesai pada 2025.

Sayangnya, pihak rekanan (kontraktor) yang dipercaya membangun rumas sakit dengan anggaran Rp 51,7 miliar,–sebagai pemenang dalam tender, tidak mampu menyelesaikan.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sebagai leading sector atas pembangunan RS itu akhirnya melakukan pemutusan kontrak kerja dengan pihak kontraktor.

Akibatnya proyek pembangunan prasarana itu pun sempat mangkrak.

Lalu pada tahun ini dilanjutkan dengan pagu anggaran Rp 47 miliar yang proses pelaksanaannya diawali tender terbuka atau lelang melalui aplikasi Inaproc oleh pihak UPPBJ Sidoarjo.

Tahapan lelang saat ini memasuki evaluasi administasi, kualifikasi, teknis dan penawaran harga.

Hasil penelusuran di LPSE (Inaproc) menunjukkan pelaksanaan tender semula diikuti 90 badan usaha berupa Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

Pesertanya selain dari Sidoarjo, ada juga dari Surabaya maupun luar kota lainnya, termasuk Jakarta.

Namun dari jumlah itu, hanya 11 peserta berlanjut sampai tahap mengajukan penawaran harga.

Yang cukup menarik,–dalam penawaran harga atas pelaksaan proyek fisik ini sampai turun hingga 10 persen lebih dari pagu anggaran (Rp 47,5 miliar).

Itu dilakukan PT Chiko Karya Pratama yang menempati urutan pertama. Perusahaan jasa konstruksi asal Semarang ini mengajukan penawaran Rp 37,652 miliar, lalu disusul urutan kedua, PT Sultan Sukses Mandiri Jakarta mengajukan penawaran Rp 39.900 miliar, dan PT Lestari Asi Sejahtera Bekasi senilai Rp 40,002 miliar.

Sedangkan peserta lainnya, nilai penawarannya hampir semuanya di atas Rp 41 miliar, termasuk PT Yang Andalan Utama,–satu satunya peserta asal Sidoarjo yang mengajukan penawaran harga sebesar Rp 41.144 miliar. Lalu PT Permata Anugerah Yalasamudra Surabaya menawar Rp 41,355 miliar.

Menanggapi soal tender RS Sedati, Emir Firdaus, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo meminta panitia harus lebih seleksi, sebelum menentukan pemenangnya.

“Apa yang terjadi tahun lalu jangan sampai terulang. Karena keteledoran panitia tender, pemenangnya adalah PT yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga akhirnya diputus kotrak kerja di tengah jalan,” tegas Emir.

Untuk dalam tender kali ini, Emir berharap panitia lebih jeli melakukan tahapan-tahapan,–semuanya harus mengacu pada Perpres nomor 12 tahun 2021.

“Termasuk yang atur soal penawaran harga, bahwa penawar harga terendah tidak otomatis diputuskan menjadi pemenang,” tegasnya.

“Intinya bahwa kami minta panitia benar-benar bekerja lebih profesional dan sesuai aturan. Jangan ada kong kali kong,” tambah Emir, politisi PAN Sidoarjo. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *