Laksanakan Rukyatul hilal, LDII Sidoarjo Ikuti Awal Puasa Ramadhan Kamis 19 Pebruari 2026

Read Time:1 Minute, 42 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)- Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sidoarjo, turut melaksanakan rukyatul hilal bersama Tim Lembaga Falakiyah PCNU Sidoarjo, untuk menentukan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) sore.

Kegiatan rukyatul hilal tersebut dilaksanakan di lantai 10 RS Siti Hajar Sidoarjo, dan dilakukan secara bersama-sama dengan

Pelaksanaan rukyatul hilal tersebut merupakan tugas rutin tiap menjelang penerapan bulan puasa, yang secara konsisten dilaksanakan oleh LDII Sidoarjo.

Kehadiran LDII Sidoarjo dalam kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi dan partisipasi aktif antarormas Islam dalam menjaga kebersamaan umat.

Berdasarkan undangan resmi yang disampaikan oleh PCNU Sidoarjo kepada LDII Kabupaten Sidoarjo.

Undangan tersebut menjadi dasar koordinasi sekaligus penguatan kerja sama dalam pelaksanaan rukyatul hilal Ramadan 1447 Hijriah.

Melalui keikutsertaan ini, LDII Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas keumatan secara tertib, taat prosedur, serta menjunjung tinggi semangat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan lintas organisasi Islam di Kabupaten Sidoarjo.

Seluruh tim yang bertugas menyatakan hilal tidak tampak akibat kondisi cuaca yang mendung hingga menjelang matahari terbenam.

Ketua DPD LDII Sidoarjo, KH Mohammad Fauzan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perhitungan hisab Tim Falakiyah DPW LDII Jawa Timur, posisi hilal berada di bawah ufuk.

“Secara hisab, posisi hilal berada pada minus 1 derajat atau masih di bawah ufuk. Meski demikian, rukyatul hilal tetap kami laksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan pelaksanaan tuntunan syariat Islam,” ujar KH Fauzan.

Ia menambahkan, pelaksanaan rukyatul hilal juga menjadi bagian dari upaya menjaga kehati-hatian (ihtiyath) dalam menetapkan awal ibadah Ramadan.

“Ikhtiar ini penting agar umat Islam memiliki dasar yang kuat, baik secara hisab maupun rukyat, sehingga keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syar’i,” imbuhnya.

Hasil pengamatan rukyatul hilal di Sidoarjo tersebut selanjutnya dilaporkan ke DPW LDII Jawa Timur untuk diteruskan sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan awal Ramadan di tingkat pusat.

Sesuai dengan kaidah fikih Islam, apabila hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

“Artinya, karena hilal tidak terlihat, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, secara perhitungan, 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis,” jelas KH Fauzan. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *