Pemkab Sidoarjo Gerak Cepat Maksimalkan Pembentukan Koperasi Merah Putih
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmen penuh dalam mempercepat pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hingga kini, dari total 346 desa/kelurahan, sebanyak 232 titik telah masuk dalam portal pemetaan pembangunan.
Keseriusan tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama percepatan pembangunan gerai KDKMP oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing, Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta, serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo di Delta Wicaksana Setda Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menekankan pentingnya dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah desa, agar program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini berjalan sesuai target.
Ia mengingatkan agar lokasi gerai dipilih secara strategis, mudah diakses, dan memiliki potensi bisnis.
“Kalau lokasinya tidak bagus, menurut panjenengan enggak laku, ya ojo ditempati pak,” tegas Subandi di hadapan para kepala desa.
Kapolresta Christian Tobing menambahkan, percepatan pembangunan KDKMP membutuhkan kolaborasi erat antar pihak. “Kami siap bersinergi, berkolaborasi, berkomunikasi, serta bersama mewujudkan implementasi KDKMP ini,” ujarnya.
Kajari Zaidar Rasepta turut menegaskan dukungan penuh terhadap program strategis nasional tersebut. Menurutnya, KDKMP akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa.
Sementara itu, Dandim 0816 Letkol Czi Shobirin Setio Utomo menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan koperasi yang terus meningkat. Dari awal 88 titik, kini sudah hampir 60 persen desa/kelurahan di Sidoarjo siap merealisasikan gerai KDKMP.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi meluncurkan 346 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sejak setahun lalu.

Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan akta pendirian dan Surat Keputusan (SK) pengesahan Koperasi Merah Putih secara simbolis di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Koperasi Merah Putih di wilayah Sidoarjo. Diketahui, program ini merupakan program strategis Presiden RI dalam rangka penguatan ekonomi kerakyatan.
Bupati Subandi menegaskan, koperasi ini tidak boleh hanya sekadar dibentuk secara administratif, tetapi harus aktif dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Saya minta kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), hingga para camat agar serius melakukan monitoring dan evaluasi terhadap koperasi Merah Putih ini. Jangan sampai hanya dibentuk tetapi tidak berjalan. Koperasi ini harus menjadi penggerak ekonomi dan membawa kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan,” tegas Subandi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Edi Kurniadi, menyampaikan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Koperasi Merah Putih merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam mendorong distribusi kebutuhan pokok dan layanan jasa berbasis desa.
“Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, meliputi pengelolaan bahan pokok murah, apotek desa, klinik, simpan pinjam, serta distribusi pangan. Nantinya, koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai alat strategis negara dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Edi.
Menurutnya, koperasi ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi desa melalui koperasi yang sehat, modern, dan berdaya saing.
Ketua Koperasi Merah Putih dari Desa Prasung, M. Habibullah, menyambut baik peluncuran program ini. Ia menyatakan bahwa koperasi di desanya siap mendukung program pemerintah, khususnya dalam distribusi elpiji dan kebutuhan pangan.
“Kami berharap Koperasi Merah Putih ini mendapatkan akses permodalan yang mudah, serta kemudahan perizinan dalam pendistribusian barang. Dengan begitu, kami bisa benar-benar menjadi bagian dari solusi ekonomi di tingkat desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana S.AP, juga turut mendorong percepatan Operasional koperasi merah putih di Kabupaten Sidoarjo.
Ini dilakukan, karena masih banyak koperasi merah putih yang mengalami keterlambatan .
Ratusan desa tercatat belum bisa memulai aktifitas Koperasi Merah Putih (KPM).
Angka tersebut muncul karena adanya berbagai hambatan teknis yang membuat proyek nasional ini tidak bisa berjalan serentak di total 346 wilayah desa dan kelurahan yang ada.
Seperti penolakan dari warga karena masalah lahan, maupun masalah anggaran untuk pengadaan barang untuk koperasi
Melalui Wakil DPRD Sidoarjo M.Kayan dari Partai Gerindra, Wakil bupati Sidoarjo Mimik Idayana memberikan arahan untuk bergerak cepat mengumpulkan seluruh Kades khususnya di wilayah Sidoarjo barat.
“Kita gelar rapat kordinasi dengan seluruh kepala desa di tujuan Kecamatan di wilayah Sidoarjo barat, untuk mempercepat proses pembentukan koperasi merah putih,” ujar Kayan.
Menurut Kayan, Sidoarjo ini masuk dalam kategori kabupaten yang terlambat membentuk Koperasi merah putih dari seluruh Kabupaten kota di Jawa Timur.
“Kita urutan ketiga dari belakang, yang belum sepenuhnya mengoptimalkan koperasi desa merah putih. Karena itu atas arahan dari wakil bupati Sidoarjo, kita bergerak cepat menuntaskan desa yang belum aktif koperasi merah putihnya,” ungkap Kayan.
Dari data yang ada, dari sekitar 345 koperasi merah putih yang ada, hanya sebanyak 95 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi beroperasi dan mulai menggerakkan berbagai sektor usaha rakyat.
Dari simpan pinjam, toko sembako, hingga peternakan, koperasi ini hadir untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.(ADV/Abidin)

Average Rating