Terima Aduan Ulama Dan Kades, Komisi A Dan Ketua Muslimat NU Sepakat Warung Pangku Tol HK Ditutup

Read Time:1 Minute, 37 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Banyaknya warung remang berkedok karaoke di kawasan tol HK Jabon yang semakin mengkhawatirkan, mendorong beberapa kepala desa, MWC NU Jabon dan tokoh masyarakat di Jabon mengadukan persoalan itu ke komisi A DPRD Sidoarjo.

Pada hearing bersama komisi A dan C, tiga Kades di Jabon yakni Desa Dukuhsari, Panggreh, dan beberapa kades lain, seluruhnya sepakat minta warung remeng dan warung pangku di tol HK ditutup.

“Kita sebenarnya malu membahas masalah seperti ini di dewan, karena sebenarnya banyak persoalan lain seperti ketenagaan kerjaan dan ekonomi yang bisa dibahas. Namun karena keberadaan warung remang ini sudah meresahkan dan bisa membuat generasi muda kita tercemar, maka langkah aduan ini kita ambil,” ujar H. Zein Kades Panggreh.

Apa yang disampaikan Kades Panggreh ini, juga diamini seluruh pengadu, yang secara bulat minta seluruh warung maksiat di tol HK ditutup.

Dari komisi A DPRD Sidoarjo, Achmad Muzayin Syafrial dari Fraksi Gerindra, juga sepakat untuk dilakukan pembongkaran namun tetap harus ada mitigasi untuk memfilter kegiatan ekonomi disana.

“Alangkah baiknya kita duduk bersama dengan pemilik lahan yakni jasa marga. Kalau memang pada mitigasi ternyata benar banyak warung remang atau warung pangku, maka harus ditertibkan dan ditutup,” ujar Muzayin.

Begitu juga dengan mayoritas anggota komisi A dan ketua Muslimat NU Hj Ainun Jariyah yang juga anggota komisi C yang hadir, juga meminta penutupan seluruh warung remang di tol HK ini dengan langkah tegas.

“Saya yakin ibu ibu di Jabon juga khawatir, jika anak anak kita lambat laun akan lebih memilih bermain ke warung maksiat ini daripada belajar,” ujar Ainun Jariyah.

Dari hasil diskusi ini, ketua komisi A DPRD Sidoarjo H.Rizza Ali Faizin, memutuskan segera melakukan Kordinasi dengan pihak terkait, untuk segera melakukan penutupan warung remang ini.

“Kita semua sepakat, untuk menutup seluruh warung remang dan pangku di tol HK, untuk memulihkan Marwah Jabon sebagai kawasan santri. Tekhnisnya segera kita lakukan kordinasi dengan Satpol PP, Kepolisian, TNI dan pemilih wilayah yakni PPLS dan Jasa Marga,” ungkap Rizza Ali Faizin. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *