Turun Langsung Ke Jabon, Hj Kasipah Bantu Ringankan Beban Hidup Mbah Tumisah
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Berada diujung tenggara dari pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo, keberadaan warga miskin yang membutuhkan perhatian di Kecamatan Jabon ternyata masih cukup tinggi.
Jangankan untuk mendapatkan kehidupan yang layak, untuk urusan makan dan biaya pendidikan saja, mereka masih tertatih dan kebingungan untuk mencukupinya.

Satu diantaranya, yang dirasakan Mbah Tumisah (78) warga Desa Tambak Kalisogo Kecamatan Jabon, yang tinggal bersama Guntur Adi Putra (16), salah satu cucunya yang masih menempuh pendidikan kelas 11 di SMK Walisongo Pasuruan.
Hidup bersama sang cucu yang masih belum bekerja ini, menjadikan kebutuhan sehari harinya sangat kesulitan.
Tidak hanya itu, biaya pendidikan Guntur Adi Putra juga menjadi beban tersendiri yang dirasakan Tumisah, sehingga tanggungan biaya sekolah jutaan rupiah, harus dihadapinya dengan mengangsur.
Dan informasi sulitnya hidup Mbah Tumisah ini, didengar Hj. Kasipah, A.Md, anggota komisi D DPRD Sidoarjo, yang langsung merespon dengan datang langsung ke kediaman Mbah Tumisah di Jabon pada Jum’at (14/8/2026).
“Saat mendapatkan informasi ini, saya langsung berkordinasi dengan BAZNAS Sidoarjo dan beberapa pihak terkait, untuk melihat langsung kondisi yang bersangkutan. Dan memang benar, faktanya cukup memprihatinkan,” tutur Kasipah.
Masih menurut Kasipah, Mbah Tumisah ini memang mendapatkan bantuan PKH dari Kemensos, namun nilainya tidak sebanding dengan kebutuhan sehari-hari.
“Untuk makan berdua saja, nilai bantuan PKH ini tidak mencukupi, apalagi untuk biaya sekolah cucunya. Untungnya, dengan bekal SKTM, tanggungan biaya sekolah cucunya bisa diangsur, dari nilai tanggungan jutaan rupiah yang ada,” tutur Kasipah lagi
Karenanya, untuk membantu meringankan beban ini, Kasipah meminta Baznas Sidoarjo, agar secepatnya bisa memasukkan mbah Tumisah sebagai penerima Jadup secara berkala.
Dan BAZNAS Sidoarjo pun merespon dengan positif.
“Hari ini Alhamdulillah, BAZNAS memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp 500 ribu kepada Mbah Tumisah untuk kebutuhan sehari hari. Ke depan akan diusahakan agar Mbah Tumisah masuk dalam daftar penerima Jadup secara berkala. Sehingga ada yang bisa diharapkan Mbak Tumisah tiap bulannya,” tukas anggota FPDIP DPRD Sidoarjo ini.
Khusus untuk persoalan biaya pendidikan yang dihadapi Guntur Adi Putra, Kasipah menyatakan segera melakukan kordinasi dan komunikasi dengan Hari Yulianto anggota DPRD Jawa Timur, yang sekaligus ketua DPC PDIP Sidoarjo.
“Semoga nanti ada solusi yang baik untuk masalah tanggungan pendidikan yang dialami Guntur ini. Karena kita tahu, di Jabon hanya ada satu sekolah SMKN, sedangkan jumlah siswa yang lulus SMP sangat banyak di Jabon sehingga tidak tertampung. Ini yang membuat banyak warga miskin di Jabon, memilih sekolah swasta diluar daerah , yang ujungnya juga bermasalah dengan biaya pendidikannya,” tutup bendahara DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo ini. (Abidin)

Average Rating