Datangi Kantor PKB, Pengerajin Tas Tanggulangin Keluhkan Kondisi Sulit Saat Ini
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)- Bencana lumpur Lapindo menjadi titik awal kemunduran kawasan industri tas dan koper (INTAKO) di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Sebelum lumpur panas menyembur, kawasan tersebut menikmati masa puncak kejayaannya, yang mengukuhkan reputasi Tanggulangin sebagai produsen tas.
Kondisi miris ini, menjadi keluhan yang disampaikan para pengerajin tas, di Jumat pekan ketiga hari Fraksi PKB DPRD Sidoarjo.
Di depan beberapa anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo diantaranya H.Abdillah Nasih, H.Damroni Chudlori, H.Sutadji dan H.Rojik serta Hj Ainun Jariyah, para pengerajin tas Tanggulangin ini menyampaikan bagaimana susahnya sekarang menghidupkan kembali kejayaan tas Tanggulangin.
“Konsumen tas Tanggulangin saat ini sudah sangat jauh berkurang, bahkan hampir tidak ada lagi rombongan yang datang ke Intako. Kami berharap, PKB bisa memberikan solusi agar Intako bisa kembali hidup,” ujar salah satu pengerajin Jumat (22/5/2026).
Dalam diskusi ini, H.Abdillah Nasih yang juga ketua DPRD Sidoarjo dan ketua DPC PKB Sidoarjo, menyatakan sangat prihatin dengan kondisi kerajinan industri tas dan koper (INTAKO) Tanggulangin saat ini.
Menurut Nasih,dulunya Koperasi Intako merupakan salah satu ikon Sidoarjo, bahkan Jawa Timur, tapi saat ini kondisinya sangat memprihatikan sehingga ditinggalkankan konsumennya.
“Memang banyak faktor yang menjadi penyebabnya, apalagi saat ini persaingan usaha sangat ketat di era digitalisasi saat ini. Dalam kondisi ini, bisa bertahan saja sudah sangat untung, apalagi kalau bisa bersaing dan bisa menguasai pasar,” ungkap Nasih.
Nasih juga menyatakan , memang harus ada solusi yang cerdas dan mengena, untuk bisa membuat setra tas Tanggulangin kembali bangkit
Salah satunya adalah menciptakan inovasi baru, dan menyarankan pelaku usaha harus memanfaatkan platform teknologi digital.
“Karena di era digital seperti saat ini, UMKM yang tidak beradaptasi dengan teknologi biasanya sulit bersaing. Penting sekali untuk menggunakan media sosial, website, dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan interaksi dengan pelanggan,” terangnya.
Selain itu, Nasih juga menyebut perlu juga ada kegiatan berlabel diskon atau big sale dalam moment tertentu, yang harus dihadirkan oleh pemerintah daerah.
“Seperti hari jadi Sidoarjo, bisa dimanfaatkan untuk membuat big sale selama sebulan lebih, pada semua produk tas Tanggulangin yang dijual. Juga bisa melalui ivent ivent lomba dengan menggandeng Intako,” ungkap Nasih.
Sementara itu H.Damroni ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo menyatakan, masukan pengerajin tas Tanggulangin ini, akan disampaikan fraksi PKB kepada pemerintah daerah, agar segera ada solusi dengan berbagai program dan inovasi baru.
“Kita tidak ingin ikon Tanggulangin sebagai sentra tas kulit ini akan terhapus dan menghilang begitu saja. Kita akan berusaha agar ada perhatian kepada Pengerjaan Tas Tanggulangin termasuk yang tergabung dalam Intako,’ tutup Damroni. (Abidin)

Average Rating