Program YCm SMP Al Muslim, Aksi Nyata Siswa Menyatu Dengan Lingkungan Sekitar

Read Time:3 Minute, 48 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)- Bukan sekadar teori, melainkan berwujud aksi nyata. Itulah yang ditunjukkan siswa-siswi kelas VIII SMP Al Muslim Waru melalui program Young Changemakers (YCm) tahun ajaran 2025/2026.

Sebagai sekolah yang berjargon Sekolah Sang Pemimpin, SMP Al Muslim konsisten menghadirkan ruang belajar yang kontekstual dan eksploratif, melatihkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta kolaborasi nyata bersama masyarakat.

Program YCm merupakan implementasi program unggulan Leadership yang menempatkan masyarakat sebagai laboratorium belajar yang dinamis.

Para siswa turun langsung ke beberapa desa di sekitar sekolah, untuk melakukan survei dan analisis permasalahan lingkungan, melalui observasi serta wawancara bersama warga.

Hasil temuan tersebut kemudian diolah menjadi proposal kegiatan yang harus dipresentasikan dalam uji publik di hadapan orang tua dan praktisi.

Sebelum menggolkan aksi, para siswa juga dilatih berwirausaha melalui bazar dan kantin sekolah untuk menghimpun dana operasional secara mandiri.

Proses ini melatih jiwa entrepreneur social sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan sejak dini.

Puncak aksi YCm berlangsung sepanjang April–Mei 2026 di berbagai desa sekitar sekolah, melibatkan seluruh kelas VIII yang terbagi dalam sepuluh tim aksi.

Lima kelas yakni VIII Abu Bakar Ash Shiddiq, VIII Umar Bin Khattab, VIII Utsman Bin Affan, VIII Ali Bin Abi Thalib, dan VIII Abdurahman Bin Auf, masing-masing menurunkan dua tim dengan tema dan lokasi yang berbeda.

Ruang lingkup aksi mencakup inovasi UMKM, pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, kesehatan mental, kesehatan lansia dan balita, serta pertanian organik.

Desa-desa yang menjadi sasaran antara lain Desa Berbek, Desa Tambakrejo, Desa Tambak Sumur, Dusun Wadungasri, Dusun Gedongan, dan Desa Kepuhkiriman.

Kelas VIII Abu Bakar Ash Shiddiq menurunkan dua tim yang bergerak di Desa Berbek.

Tim 1 menggelar workshop inovasi UMKM pada 13, 15, dan 16 April 2026 di RT 04 RW 1, memberikan pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi warga setempat.

Tim 2 hadir pada 14 dan 17 April 2026 di TPST Berbek dengan aksi edukasi kebersihan, kesehatan, dan inspeksi pengelolaan sampah bersama DLHK Sidoarjo.

Kelas VIII Umar Bin Khattab mengirimkan Tim 1 ke SDN 1 Tambakrejo pada 15 April 2026 untuk program BIMASENA, yakni edukasi kesehatan mental dan pembentukan karakter bagi siswa sekolah dasar.

Sementara Tim 2 hadir di Balai RW 05 Desa Tambakrejo pada 22 April 2026 untuk memberikan layanan dan edukasi kesehatan bagi warga lansia bersama dr. Nurul Massita Sp.KFR.

Kelas VIII Utsman Bin Affan berfokus pada pengolahan limbah rumah tangga di Desa Tambak Sumur; Tim 1 mengajak warga membuat eco enzyme dari kulit buah dan sayur pada 14 April 2026, sedangkan Tim 2 mengedukasi daur ulang minyak jelantah menjadi sabun batang pada 16 April 2026, keduanya bertempat di Balai RW 02.

Kelas VIII Ali Bin Abi Thalib menyasar dua dusun berbeda; Tim 1 mengajak warga Dusun Wadungasri Dalam menanam tanaman obat keluarga (toga) pada 15 April 2026, dan Tim 2 menjalankan Green Ground Program berupa penghijauan dan penanaman tanaman produktif di Dusun Gedongan pada 14 dan 16 April 2026.

Terakhir, kelas VIII Abdurahman Bin Auf hadir di Desa Kepuhkiriman melalui dua aksi; Tim 1 membuat pupuk organik cair dari limbah buah dan sayur di Pasar Ngeni yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 yang hasilnya dibagikan gratis ke warga.

sementara Tim 2 memberikan edukasi gizi balita dan pemeriksaan kesehatan lansia di Balai Desa/Puskesmas Kepuhkiriman pada 14 April 2026.

Ustazah Ika Sriyaningsih, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMP Al Muslim, mengapresiasi capaian para siswa.

“Program Young Changemakers adalah wujud nyata visi sekolah dalam melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap permasalahan masyarakat dan berani mengambil tindakan nyata. Kami bangga siswa-siswi kami mampu memberikan kontribusi yang dirasakan langsung oleh warga sekitar,” ungkapnya.

Ustazah Eko Puji Lestari, S.Pd., M.Pd., selaku guru pembimbing program YCM, menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis survei ini sejalan dengan semangat Deep Learning yang kini dikembangkan pemerintah.

“Kami ingin pembelajaran menjadi bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Aksi YCM memberikan ketiga elemen itu sekaligus. Siswa belajar bukan dari buku semata, tetapi dari kehidupan nyata, dan mereka merasakan sendiri bahwa kehadiran mereka dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Antusiasme juga datang dari warga Desa Berbek yaitu bu Yayuk yang terlibat dalam program UMKM.

“Saya tidak menyangka anak-anak sekolah bisa membantu kami dengan cara yang sangat praktis. Mereka mengajari kami cara mengatur keuangan usaha dan berinovasi dalam produk. Rasanya seperti punya teman bisnis baru,” tutur salah satu pelaku UMKM warga setempat.

Sementara itu, Febby salah satu siswa SMP Al Muslim yang tergabung dalam tim mengaku mendapat pelajaran yang tidak ternilai.

“Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah bisa langsung berguna untuk orang lain. Semoga usaha Ibu-Ibu di sini semakin maju,” ujarnya penuh harapan. (Ek/Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *