Kredit Macet BPR Delta Artha Melangit, Bukti Jajaran Direksi Gagal Cegah Potensi Masalah

Read Time:2 Minute, 34 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
‎Manajemen Perumda BPR Delta Artha Sidoarjo mengakui masih menghadapi persoalan kredit bermasalah dengan rasio NPL mencapai 8,47 persen.

Untuk mempercepat penyelesaiannya, bank milik Pemkab Sidoarjo itu menggandeng aparat penegak hukum (APH), termasuk Kejaksaan Negeri Sidoarjo melalui pendampingan bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

‎Direktur Utama BPR Delta Artha, Hj. Sofia Nurkrisnajati Atmaja, menyebut kredit bermasalah tersebut bukan otomatis menjadi kerugian daerah karena masih terdapat agunan, klaim asuransi, restrukturisasi, serta upaya eksekusi.

“Manajemen juga menyiapkan penagihan aktif, optimalisasi klaim asuransi dan eksekusi agunan melalui KPKNL7,” kata Sofia dalam keterangan yang diterima, Jumat 14 Agustus 2026.

‎Namun, langkah tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar.

Mengapa kredit bisa berkembang menjadi bermasalah dalam jumlah besar jika sejak awal proses analisis dan mitigasi risiko kredit telah berjalan secara optimal?

‎Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Finansial Preneur Willy Filosofia mengatakan, penggunaan agunan dan asuransi pada dasarnya merupakan instrumen pengamanan ketika risiko sudah terjadi.

Begitu pula restrukturisasi dan eksekusi agunan merupakan bagian dari strategi penyelamatan aset.

‎”Persoalannya, mekanisme tersebut tidak menjawab apakah analisis kemampuan bayar debitur, penilaian risiko usaha, kualitas agunan, monitoring pascapencairan hingga sistem peringatan dini telah bekerja efektif sejak awal,” katanya.

‎Dia menambahkan, angka NPL 8,47 persen tidak cukup hanya dibandingkan dengan rata-rata NPL BPR nasional yang disebut mencapai 12,80 persen.

“Yang lebih penting adalah melihat tren kenaikan kredit bermasalah, kualitas pencadangan, kredit yang direstrukturisasi maupun dihapus buku, tingkat pemulihan agunan, serta penyebab kredit masuk kategori bermasalah,” imbuhnya.

‎Di sisi lain, Delta Artha menegaskan kinerja keuangannya tetap positif dan telah menyetorkan PAD Rp48,70 miliar selama enam tahun terakhir.

Namun, besarnya kontribusi PAD tidak serta-merta menutup kebutuhan evaluasi terhadap kualitas manajemen risiko.

Laba dan setoran PAD merupakan indikator kinerja keuangan, sedangkan NPL merupakan indikator kualitas aset dan risiko kredit.

‎Willy menegaskan, keterlibatan APH semestinya tidak hanya dilihat sebagai upaya menagih atau mengeksekusi kredit bermasalah.

“Perlu dibuka pula evaluasi menyeluruh terhadap bagaimana kredit tersebut disetujui, siapa yang melakukan analisis, bagaimana kelayakan debitur dinilai, bagaimana agunan diverifikasi, dan mengapa sistem mitigasi risiko tidak mampu mencegah kredit memburuk sejak awal,” terangnya.

‎Seperti diketahui, Kualitas kredit PT BPR Delta Artha (Perseroda) menjadi perhatian setelah nilai kredit bermasalah mencapai Rp83,85 miliar pada September 2025.

Pada periode yang sama, bank milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo itu juga tercatat menyalurkan kredit sekitar Rp9,15 miliar kepada pihak terkait.

‎Data tersebut tercantum dalam Laporan Publikasi Triwulanan BPR Delta Artha, Laporan Kualitas Aset Produktif posisi September 2025, yang dipublikasikan melalui situs resmi BPR Delta Artha.

Dalam laporan tersebut, kredit kepada nonbank-pihak terkait tercatat Rp9,145 miliar.

Dari nilai itu, Rp7,545 miliar berada dalam kategori lancar dan Rp1,6 miliar masuk kategori diragukan.

Sementara itu, kredit kepada pihak tidak terkait mencapai Rp735,14 miliar.

‎Pada periode yang sama, total aset produktif BPR Delta Artha tercatat Rp905,12 miliar.

Kredit dalam kategori kurang lancar mencapai Rp24,88 miliar, diragukan Rp21,51 miliar, dan macet Rp37,46 miliar.

Jika kategori kurang lancar, diragukan, dan macet dijumlahkan, nilainya mencapai Rp83,85 miliar.

Laporan yang sama mencatat NPL bruto sebesar 9,65 persen dan NPL neto 8,47 persen. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *