Hadiri Doa Bersama Untuk Bangsa, Kaji Reza Terima Predikat ‘Bapak Keberagaman Sidoarjo’

Read Time:1 Minute, 37 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
H. Rizza Ali Faizin, atau yang akrab disapa Kaji Reza, kini memiliki predikat baru sebagai ‘Bapak keberagamaan Sidoarjo’.

Julukan baru ini disematkan, saat Kaji Reza hadir dalam acara Doa Bagi Bangsa bersama umat Kristen Sidoarjo, yang digelar di GBI Centro Sidoarjo.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 orang, terdiri dari pimpinan Aras dan organisasi masyarakat (ormas) Kristen Sidoarjo.

Apresiasi terhadap Kaji Reza disampaikan oleh Yonathan Toar Sangari, selaku Sekretaris Majelis Umat Kristen Indonesia, yang kemudian dalam kesempatan tersebut menyebut Kaji Reza sebagai “Bapak Keberagaman Sidoarjo”.

Ungkapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kaji Reza terhadap keberagaman serta hubungan antarumat beragama di Sidoarjo.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo sekaligus Kasatkor Banser Jawa Timur, hadirnya Kaji Reza dalam kegiatan tersebut, sebagai bagian dari silaturahmi dan upaya memperkuat kebersamaan lintas umat beragama.

Selain menjadi momentum doa bersama bagi bangsa dan negara, kegiatan yang penuh sudana khitmad tersebut, juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan serta menjaga semangat keberagaman di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Kaji Reza menyampaikan pentingnya merawat kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan keyakinan yang beragam.

“Keberagaman adalah kekuatan kita bersama. Sidoarjo adalah rumah bagi seluruh masyarakat. Karena itu, mari kita terus menjaga kerukunan, saling menghormati, dan membangun persaudaraan,” ujar Kaji Reza.

Pengalamannya dalam organisasi kepemudaan dan sosial, turut mewarnai kiprahnya dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Kiprah ketua DPC PKB Sidoarjo sekaligus dalam menjembatani kepentingan masyarakat lintas kelompok, juga terlihat beberapa waktu lalu.

Dirinya sempat memfasilitasi penyelesaian permasalahan akses menuju gereja yang terdampak pelaksanaan Car Free Day (CFD).

Persoalan tersebut kemudian dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga akses kegiatan peribadatan dapat tetap berjalan.

Langkah tersebut menjadi salah satu contoh pentingnya komunikasi dan dialog dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan umat beragama.

Kegiatan Doa Bagi Bangsa ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga persaudaraan serta kerukunan masyarakat Sidoarjo. (Abi/red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *