Moment Satu Syuro, Warih Andono Bersama Budayawan Ziarah Ke Bupati Sidoarjo Pertama
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Peringatan satu Syuro, Warih Andono SH wakil ketua DPRD Sidoarjo bersama M. H. Muhammad Guntur Santoso dan para budayawan Sidoarjo, melakukan ziarah ke Pesarean Panembahan Gusti Sirno Bekti, Bupati Sidoarjo yang pertama RT.P.Tjokronegoro I.

Dalam kesempatan ini, Warih Andono menekankan esensi dari nguri-uri (merawat/melestarikan) budaya bukan sekadar masalah mempertahankan masa lalu saja, melainkan juga untuk investasi masa depan.
​”Budaya itu adalah roh dan identitas kita. Kalau silsilah, etika dan tradisi lokal Sidoarjo ini hilang, maka kita akan kehilangan jati diri. Melalui kegiatan tahun ini, kami ingin memastikan anak-cucu kita di Sidoarjo tetap tahu dari mana mereka berasal,” ujar Warih.
Guntur dalam kesempatan ini, menyampaikan apresiasi tertingginya kepada pihak legislatif (DPRD Sidoarjo), khususnya Warih Andono yang dinilai memiliki kepedulian konkret dan tidak sekadar memberikan janji manis saja dalam mendukung eksistensi masyarakat adat dan pengembangan budaya Jawa di Sidoarjo.
“Kami berterima kasih kepada Wakil Ketua DPRD Sidoarjo (Warih Andono) karena mendukung kegiatan pertama nguri-nguri Budaya di Sidoarjo ini. Sehingga semua budayawan baik muda maupun tua bisa berkumpul semua. Kita semua harus nguri-uri tanah leluhur bangsa ini. Kalau perlu Bupati dan Kadispora bisa berdialog untuk mempertahankan budaya asli Jawa di Sidoarjo ini,” pintanya.
​Sementara Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono menegaskan pihak legislatif memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan kebudayaan lokal mendapatkan panggung yang layak.
Karena itu, pihaknya memfasilitasi dan mendukung yang digelar para budayawan di Tahun 2026 ini.
“Dukungan ini, merupakan wujud nyata dari fungsi serap aspirasi masyarakat. Karena kami juga siap memberi dukungan anggaran, fasilitas ruang publik maupun edukasi bagi kaum muda di Kota Delta,” tegasnya.
​Dukungan anggaran, kata Warih berkomitmen untuk terus mengawal pembiayaan kegiatan kebudayaan agar masuk dalam pos anggaran daerah yang berkelanjutan.
Selain itu, soal
fasilitas ruang publik dengan mendorong pemanfaatan ruang-ruang publik di Sidoarjo sebagai wadah seniman dan pemangku adat untuk mengekspresikan karyanya.
Serta merangkul sekaligus mengedukasi generasi muda dengan berharap kegiatan ini, bisa masuk ke ranah edukasi formal atau muatan lokal di sekolah-sekolah Sidoarjo.
​”Kami di DPRD Sidoarjo tidak ingin kebudayaan hanya diingat saat momen hari jadi saja. Kegiatan nguri-uri budaya tahun ini, harus menjadi pemantik yang baru dilaksanakan Tahun 2026 mulai jamasan pusaka, ruwatan hingga berbagai penampilan seni dari jaranan hingga caplokan. Kami (Pemerintah dan DPRD Sidoarjo) harus hadir memfasilitasi kegiatan pengembangan budaya ini. Karena merawat budaya bagian dari membangun karakter bangsa yang kuat dan berkepribadian,” tegas politisi senior Partai Golkar Sidoarjo ini. (Abidin)

Average Rating