Kajian Hanan Attaki Di MAS Berbuntut Komplain, Banyak Yang Minta Refund Pembayaran

Read Time:2 Minute, 37 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Pengajian umum menghadirkan Ustadz Hanan Attaki digelar Ummi Peduli di Masjid Agung (MA) Sidoarjo pada Sabtu kemarin , berbuntut.

Pasalnya, sebagian jemaah meminta kembali dana yang sudah dibayarkan kepada UP, sebagai penyelenggara giat keagamaan itu, namun mendapat respon kurang cepat.

Ramainya jemaah yang meminta refund atau pengembalian dana itu terlihat pada postingan di media sosial.

Banyak pula yang menyesalkan giat pengajian umum ini telah dikomersialkan pihak Ummi Peduli (UP), apalagi tanpa persetujuan dan tidak sepengetahuan pihak Takmir Masjid Agunng Sidoarjo.

Akhirnya, giat keagamaan diisi pendakwa milineal ini pun berbuntut. Tidak hanya melahirkan sentimen negatif masyarakat, juga para jemaah ramai-ramai meminta pengembalian dana (refund) yang sudah dibayarkan kepada panitia, yakni UP.

“Lagian lucu paniti nih, masa masjid dipake buat bisnis. Haram. Kalau nyewa aula hotel, bayar masih dimaklumi. Atau ada kemungkinan ustadz-nya ngga tahu acaranya dikomersialkan, begitu tahu suruh refund,” . Begitu postingan di salah satu media sosial yang begitu ramai membahas giat keagamaan di Masjid Agung yang diberbayar oleh UP sebagai panitia penyelenggara tersebut.

“Kalau aq, jangan pernah di ikhlas kan. Jualan kok ujung-ujungnya begitu,” postingan lainnya.

Postingan lainnya menunjukkan kekesalan: “No respon semua bjir. Malahan aku diblok wkwkwww. Kapok dah percaya dengan yayasannya yusuf man***r.

Gongnya dibuka untuk umum dan dana direfund tp sistem gajelas. Ga dikasi alurnya harus gimana2 hahahaha. Katanya buat infaq, tp kalo ga transparan dr awal rasanya ga iklas…berasa ditipu,–ditutup emoji tertawa.”

Ada juga menampilkan screenshot hasil komunikasi bersifat keluahan via WhatsApp dengan manajemen Ustadz Hanan Attaki. Jawaban gamblang,–dari awal pihak manajemen sudah memberi arahan kepada panitia (UP) bahwa giat dakwa digelar di masjid kebanggaan masyarakat Sidoarjo ini adalah gratis.

Pengajian umum itu sendiri digelar pada Sabtu (25/7/2026) kemarin malam, dihadiri 2 ribu jemaah.

Sempat akan memberlakukan barcode bagi yang sudah bayar, namun akhirnya tidak ada pemberlakukan sistem barcode saat jemaan hadir di sana.

Giat pengajian umum ini pun gratis diperuntukkan masyarakat umum setelah mendapat teguran keras dari pihak Masjid Agung.

Sekitar sebulan sebelum hari H digelarnya giat dakwa ini, pihak UP sebagai panitia penyelenggara telah mengkomersialkan dengan menjual tiket sistem barcode melalui website dengan link pendaftaran https://bagi.to/UHUMIPEDULI. Panitia menawarkan pilihan tiket reguler Rp 52.000, VIP Rp 102.000 dan exclusif Rp 132.000,–semua varian pembelian tiket dikenakan lus biaya admin Rp 4.000.

Informasinya, jumlah pembeli tiket dari berbagai varian itu sudah mencapai 1.000 jemaah, sebelum akhirnya pihak Takmir MA meminta UP menghentikan komersialisasi tersebut.

Mengingat dari keputusan awal hasil rapat kordinasi, pihak takmir menegaskan bahwa pengajian di masjid harus dapat diikuti seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya.

Sehingga pihak panitia diminta membatalkan kebijakan berbayar tersebut dan mengembalikan uang jemaah yang telah melakukan pembayaran.

Selain itu, takmir juga meminta panitia mencabut penerapan sistem barcode sebagai syarat masuk ke area pengajian.

Juga tidak boleh ada pembatasan akses bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan keagamaan di masjid. Pihak takmir pun menegaskan bahwa hasil penjualan tiket sama sekali tidak masuk ke kas masjid,–apakah bersifat sebagai dana infak.

Semuanya masuk ke panitia dari pihak UP.

Bu Dwi dari UP mengakui bahwa setelah rapat evaluasi dengan ketakmiran, akhirnya pihaknya tidak menerapkan lagi pembayaran bagi jemaah. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *