Ini Bakteri Penyebab Keracunan Massal Santri Ponpes Mambahul Hikam Kemarin
SIDOARJO (liputansidoarjo.com) – Hasil uji laboratorium terhadap sejumlah sampel makanan penyebab keracunan massal santri Ponpes Mambahul Hikam, menemukan satu sampel ikan positif mengandung bakteri E. coli seperti dilansir Kamedia.id.

Plt Sekretaris Daerah Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, membenarkan adanya hasil pemeriksaan tersebut.
Dari sejumlah sampel yang diuji, satu sampel dinyatakan positif E. coli, sementara sampel lainnya negatif.
Namun, Pemkab Sidoarjo masih menahan rincian hasil temuan karena dianggap sensitif.
”Hasil temuan itu bersifat sensitif, sehingga kami terlebih dahulu melapor ke Bupati,” kata Ainur.
Menurut Ainur, informasi yang dinilai sensitif harus mendapat izin Bupati sebelum disampaikan kepada publik.
” Jika ada yang meminta, diperkenankan untuk menyampaikan setelah ada izin dari pimpinan daerah,” ujarnya.
Di tengah temuan bakteri pada salah satu sampel makanan, Dinkes kini diminta membongkar kemungkinan sumber persoalan.
Penelusuran diarahkan antara lain pada aspek sanitasi di wilayah tempat ditemukannya kasus.
. coli (Escherichia coli) adalah kelompok bakteri berbentuk batang yang secara alami hidup di dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. [1]
Sebagian besar jenis E. coli tidak berbahaya dan bahkan membantu menjaga kesehatan pencernaan, seperti memproduksi vitamin K.
Namun, ada beberapa jenis atau strain tertentu yang bersifat patogen (berbahaya) dan dapat menyebabkan penyakit serius.
Varian Bakteri Berbahaya (Contohnya STEC / Shiga toxin-producing E. coli): Menghasilkan racun berbahaya bernama toksin Shiga.
Racun ini dapat merusak dinding usus dan memicu infeksi berat.
Penularan Bakteri E. coli yang berbahaya biasanya masuk ke dalam tubuh melalui Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti daging mentah/setengah matang, susu mentah, atau sayuran mentah.
Air yang tidak bersih atau tercemar kotoran.(Abidin)

Average Rating