Pengairan Sawah Minim, Petani Kepunten Beralih Tanam Bamer

Read Time:1 Minute, 12 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Minimnya pengairan untuk area persawahan di Desa Kepunten Tulangan, mendorong para petani setempat untuk mencoba beralih jenis tanam lain untuk program ketahanan pangan .

Salah satunya, dengan mencoba menanam bawang merah jenis Tajuk, untuk persawan Dusun Melati dan sebagianya di sawah Kepunten.

Alhasil, setelah menanam di kisaran dua bulan lalu, pada Rabu (5/8/2026) pagi, digelar panen pertama yang dihadiri H.Dhamroni Chudlori ketua komisi D DPRD Sidoarjo, yang turut turun ke sawah memanen bawang merah.

Menurut Gatot Suharjo Plt Kepala Desa Kepunten, luasan lahan sawah di desanya saat ini mencapai 28.4 H.

Dari seluruh luas itu, sebagian petani memang mulai beralih ke bawang merah.

“Karena memang pengairannya terbilangsulit di daerah sini, sehingga para petani mulai beralih menanam Bawang merah,” ujar Gatot.

Selain masalah air, alasan lain bagi adalah usia panen yang cukup pendek.

“Kalau sawah bisa sampai empat bulan lebih, namun bawang merah hanya butuh dua bulan panen. Ini yang menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian petani Kepunten,” tutur Gatot.

Aris salah satu petani Bamer yang berada di lokasi, mengaku harga jual untuk Bamer ini cukup bagus.

Satu kilonya, dihargai Rp 20 ribu untuk pengambilan keputusan petani .

“Harganya cukup bersaing, dan masa tanamnyabjuga cepat,” ungkap Aris.

Sementara itu menurut Damroni Chudlori langkah alternatif tanam bawang merah ini, menjadi upaya yang sangat bagus dengan keterbatasan air yang ada.

“Ini pilihan yang baik untuk petani, karena harga bawang juga cukup bagus di pasaran,” terang Damroni. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *