Awas ! Jelang Muscab, Kuat Dugaan “Penguasa” Intervensi Ke PAC PKB
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)- Berbagai manuver diduga masif dilakukan ‘penguasa’ untuk bisa menjadi Bacalon ketua dalam Musyawatah Cabang DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, yang siap digelar malam hari ini, Sabtu (4/4/2026).

Mulai dari klaim sepihak dukungan dari NU, PAC PKB hingga oknum garda Bangsa.
Dan terbaru, dua ketua PAC PKB yakni PAC Tarik dan PAC Buduran, diduga terkena intervensi penguasa, agar menyuarakan nama Subandi masuk dalam Muscab nanti.
Menurut sumber internal, dua ketua PAC PKB ini, masih berstatus sebagai anggota dewan pendidikan Kabupaten Sidoarjo, yang masa jabatannya masih Mei 2026 nanti.
Sehingga jika tidak menyatakan nama diatas, ada dugaan keduanya tidak akan diperpanjang lagi sebagai anggota dewan penndidikan.
Sementara itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, gamblang menegaskan bahwa Dewan Pendidikan adalah lembaga mandiri yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah.
Anggota Dewan Pendidikan diharapkan memiliki integritas dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
Beedadarkan Pasal 56 UU Sisdiknas, menyatakan bahwa Dewan Pendidikan adalah lembaga mandiri (independen) yang dibentuk untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.
Independensi: Asas “mandiri” dan “independen” mengimplikasikan bahwa anggota Dewan Pendidikan, tidak boleh terikat atau berafiliasi dengan kepentingan politik praktis tertentu yang dapat memengaruhi objektivitas dalam memberikan pertimbangan pendidikan.
Meskipun UU Sisdiknas tidak secara eksplisit menyebutkan “pengurus parpol dilarang”, namun dalam aturan turunan dan etika profesi lembaga penasihat/pengawas pendidikan, anggota dewan pendidikan dituntut untuk bebas dari konflik kepentingan (conflict of interest).
Secara normatif.
Anggota Dewan Pendidikan tidak boleh menjadi pengurus partai politik agar prinsip kemandirian dan profesionalisme dewan pendidikan dalam mengawal mutu pendidikan tidak terganggu oleh kepentingan politik praktis.
Saat dikonfirmasi kepada keduanya melalui pesan elektronik, H.M.Nanang Wahyono ketua PAC PKB Tarik menyatakan sebagai pengurus partai, dirinya ingin PKB tetap solid dan terus jaya.
“Ini sesuai dengan instruksi ketua DPC,” tegasnya.
Sedangkan ketua PAC Buduran belum memberikan jawaban.(Abidin)

Average Rating