Tiap Malam Hirup Bau Menyengat, Warga Keluhkan Limbah IPA Tawangsari
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)- Masyarakat bermukim di belakang Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Tawangsari, Kec. Taman, Sidoarjo mengeluhkan limbah bau menyengat setiap hari.

Gangguan bau limbah itu diduga berasal dari IPA dikelola PT Taman Tirta Sidoarjo (TTS) dan PT Hanarida Tirta Birawa (HTB) yang mensuplai kebutuhan air bersih PDAM Delta Tirta Sidoarjo.
Beberapa warga mengaku terganggu bau menyengat setiap malam hari saat IPA TTS dan HTB membuang limbahnya ke saluran (sungai) irigasi yang berada persis di belakang pemukiman penduduk setempat.
“Bau menyengat dan tidak enak, seperti bau kaporit, dan membuat sesak napas,” ujar Pak Wi.
Pantauan tim redaksi di lapangan pada Senin (14/9/2026) siang hari menunjukkan kondisi air saluran irigasi selebar 2 meter yang dijadikan pembuangan limbah dua IPA itu, terlihat relatif keruh dengan warna kekuningan.
Limbah berupa air endapan diduga dari pengelolaan air dua IPA itu yang dibuang melalui beberapa saluran pipa paralon menuju sungai irigasi tersebut.
Sehingga kondisi air sungai irigasi berwarna kekuningan telah menebarkan bau zat kimia,–seperti kaporit atau klorin.
“Kalau siang hari baunya tidak seberapa. Tetapi pada malam hari saat ada pembuangan air keruh dari saluran pipa ke sungai, baunya langsung menyengat,” ujar warga lainnya.
Atas gangguan bau ini, mereka mengaku sudah lama dirasakan. Bahkan keluhan itu pernah disampaikan kepada pihak pengelola IPA TTS maupun HTB.
“Sudah sering menyampaikan ke pekerja PDAM, namun tidak ditanggapi,” katanya.
Yang juga membuat Pak Wi maupun warga lainnya bertambah kesal, selain mengabaikan keluhan, pihak pengelola IPA tidak ada upaya menghilangkan atau minimal mengurangi bau limbah yang menyengat.
“Jangankan mengurangi, minta maaf atau sekedar melihat kondisi warga yang terdampak ini saja tidak pernah,” ujarnya.
Bau menyengat limbah ini tidak hanya menganggu ketenangan puluhan Kepala Keluarga (KK) bermukim di belakang IPA Tawangsari.
Keluhan sama diungkapkan warga perumahan yang bersebelahan. Maklum, saluran irigasi yang menjadi tempat pembuangan limbah dari IPA dikelola PT TTS dan PT HTB juga melintas kawasan perumahan tersebut
Warga perumahan menganalisa menyeruak bau limbah karena IPA Tawangsari tidak mengoperasional secara maksimal Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
Sehingga limbah dihasilkan dari IPA yang menggunakan beberapa zat kimia untuk penjernihan air dan menghilangkan bauk, seperti klorin, tawas maupun kougulan, tidak ternetralisir
Padahal bila IPAL dioperasionalkan secara maksimal dengan memanfaatkan karbon aktif, bisa menghilangkan bauk tidak sedap.
“Informasinya, masalah bau ini sudah dilaporkan ke Polda Jatim. Tetapi saya tidak tahu, siapa yang lapor dan bagaimana kelanjutannya. Yang pasti warga perumahan sini cukup terganggu bau tidak enak dari saluran irigasi itu,” kata Hendrik, warga perumahan.
“Kami berharap instansi terkait maupun Pemkab Sidoarjo peduli dan menyelesaikan bau limbah yang menggangu masyarakat,” tambah warga lain perumahan tersebut.
Informasi digali tim redaksi, bahwa dua unit IPA di Tawangsari itu, di antaranya dikelola PT TTS dan PT HTB,–keduanya merupakan anak perusahaan milik pengusaha Malaysia. Untuk IPA yang dikelola PT TTS merupakan proyek kerjasama sistem BOT (Build, Operate, Tranfers) dengan PDAM Delta Tirta Sidoarjo dalam jangka waktu 25 tahun,–dimulai 1997 hingga 2022. Namun pengelolaan IPA yang setiap hari memproduksi air bersih 21.600 m3 perhari ini, masa berakhirnya diperpanjang lima tahun,–menjadi Juli 2027.
Sementara IPA dikelola PT HTB merupakan proyek kerjasama rehabilitasi, peningkatan, operasi dan penyerahan atau disebut RUOT (rehabilitation, Uprating, Operation and Transfer) dengan PDAM Delta Tirta Sidoarjo dengan jangka waktu 19 tahun, dimulai 2025 hingga 2024. Kerjasama kelola IPA memproduksi air bersih 51.840 m3 itu pun ikut diperpanjang hingga berakhir Juli 2028.
Dengan kapasitas produksi air bersih dua IPA yang mengambil bahan baku dari sungai Pelayaran Taman ini, telah mensuplai hampir 80 persen dari jumlah pelanggan PDAM Sidoarjo mencapai sekitar 228 ribu, meliputi pemukiman warga, perkantoran maupun sektor lainnya. (Abidin)

Average Rating