Dapur SPPG Disinyalir Milik Dokter, Tidak Tergabung Dalam Forkom Pengusaha SPPG Sidoarjo
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
SPPG Kalitengah yang diketahui sebagai pemasok MBG di Ponpes Mambahul Hikam Tanggulangin, ternyata tidak masuk dalam wadah Forum Pengusaha SPPG Sidoarjo.

Hal ini disampaikan langsung H. Jalalludin Alham sekretaris Forkom, saat dikonfirmasi pada Rabu (2/9/2026) pagi.
“SPPG ini bukan anggota kami. informasi yang kami terima, pemiliknya malah seorang dokter yang memiliki dua SPPG satu di Pandaan satu di Kalitengah namun siapa nama dokter itu kami juga belum mendapatkan informasi. Jadi bukan anggota Forkom dan juga bukan milik anggota dewan,” ujar Jalalludin.
Masih menurut anggota DPRD Jatim Periode 2009-2014 ini, kenapa penting SPPG tergabung dalam Forum Pengusah SPPG Sidoarjo, diantaranya adalah pengawasan dan komunikasi antar SPOG untuk memastikan kelayakan MBG yang diberikan.
“Kita Pro aktif kepada anggota untuk saling mengingatkan dan memberi masukan soal standart makanan yang diberikan sebagai MBG. Karenanya keberadaan Forum ini sangat penting,” ulas Jalalludin.
Dengan kejadian keracunan massal ini, Jalalludin menghimbau kepada SPPG untuk selalu menjaga kwalitas makanan yang disiapkan.
Selain itu, waktu mengkonsumsi makanan juga harus diperhatikan oleh penerima manfaat.
“Layaknya MBG pagi ya dimakan pagi, jangan MBG pagi dimakan sore. Karena sudah melewati batas waktu yang sudah distandarisasi,’ ulasnya.
Sementara itu BGN Regional Jawa Timur menyatakan SPPG Kalitengah sementara waktu dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
K”ami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini SPPG kita berhenti operasional,” kata Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo di RS Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya SPPG Kalitangeh diketahui sebagai pemasok makanan MBG yang diduga sebagai penyebab keracunan ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam
Serka Andik, pendamping SPPG, mengatakan makanan tersebut dikirim sekitar pukul 10.00 WIB. Biasanya, makanan dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.
“Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel,” kata Andik di lokasi.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah tiba untuk dikonsumsi siswa-siswi di MA dan MTs Manbaul Hikam.
Para santri dan siswi kemudian melangsungkan makan siang bersama dengan menu MBG yang telah dibagikan.
Pada pukul 16.00 WIB beberapa jam setelah makan siang, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala kesehatan.
Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Pihak pengurus ponpes segera membawa para korban awal ini ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan pertama.
Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami gejala mual dan muntah terus bertambah hingga mencapai puluhan santri.
Melihat kondisi yang semakin mendesak, pengurus pesantren berinisiatif menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para santri ke RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.
Proses evakuasi terus berlanjut seiring bertambahnya santri yang mengeluhkan gejala serupa. (Abidin)

Average Rating