MBG Dari SPPG Kalitengah, Wagub Jatim Turun Langsung Ke RS Notopuro

Read Time:2 Minute, 9 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
SPPG Kalitangeh diketahui sebagai pemasok makanan MBG yang diduga sebagai penyebab keracunan ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam.

Serka Andik, pendamping SPPG, mengatakan makanan tersebut dikirim sekitar pukul 10.00 WIB. Biasanya, makanan dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.

“Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel,” kata Andik di lokasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah tiba untuk dikonsumsi siswa-siswi di MA dan MTs Manbaul Hikam.

Para santri dan siswi kemudian melangsungkan makan siang bersama dengan menu MBG yang telah dibagikan.

Pada pukul 16.00 WIB beberapa jam setelah makan siang, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala kesehatan.

Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Pihak pengurus ponpes segera membawa para korban awal ini ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan pertama.

Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami gejala mual dan muntah terus bertambah hingga mencapai puluhan santri.

Melihat kondisi yang semakin mendesak, pengurus pesantren berinisiatif menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para santri ke RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Proses evakuasi terus berlanjut seiring bertambahnya santri yang mengeluhkan gejala serupa.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai mengunjungi korban dari kalangan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Sidoarjo, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9), menyatakan bahwa saat ini seluruh pasien tertangani dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

“Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,” kata Emil.

Emil menjelaskan, hingga Rabu pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh tim medis, sementara rumah sakit tetap bersiaga penuh dalam menangani kejadian tersebut.

Selain itu, Emil menjelaskan bahwa kejadian dugaan keracunan di Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo tersebut juga terjadi di 18 lembaga pendidikan lain di hari yang sama yakni sejak Selasa (1/9) sore. Santri Ponpes Manba’ul Hikam menjadi korban terbanyak dalam kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban sementara diperkirakan telah mencapai 325 santri.

Sementara itu, RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien dari Ponpes Manbaul Hikam. Pantauan pada Selasa (1/9/2026) malam, area poliklinik rumah sakit tampak dipadati pasien dan keluarga.

Beberapa rumah sakit dijadikan rujukan untuk memberikan penanganan kepada para santri ini.

Diantara RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Bhayangkara dan RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *