Sudah Ada Yang ‘Kebelet’, Koar-Koar Dapat Dukungan NU, Yuk Kader PKB Berfikir ‘Sehat’
OPINI (liputansidoarjo.com)-
Belum juga Muscab PKB Sidoarjo digelar, karena masih awal April 2026 nanti, eh belakangan ini sudah getol muncul narasi di beberapa media online, H.Subandi siap kembali menjadi ketua DPC PKB Sidoarjo.

Berbagai pemberitaan itu, menyatakan Subandi mengaku masih kader PKB dan sudah mendapatkan dukungan dari PCNU dan MWCNU hingga PAC PKB.
Tidak salah dengan klaim itu memang, karena namanya politik, apapun jadi ‘halal’ untuk digunakan asal tujuan tercapai.
Namun apakah dukungan dari PCNU itu betul adanya ? Karena secara fakta, sudah ada garis tegas Pengurus NU dilarang keras main politik praktis, apalagi masuk urusan dukung mendukung soal politik jika itu sudah atas nama organisasi.
Yang kedua, apakah Subandi layak menjadi ketua PKB Sidoarjo lagi ?, bisa jadi ini pertanyaan yang susah dijawab secara benar, karena menyangkut hak menilai orang dengan argumen masing masing.
Namun setidaknya, fakta dibawah ini bisa jadi renungan semua kader PKB yang masih berfikiran logis
Pada pemilu 2024 dimana PKB Sidoarjo dipimpin Subandi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengalami penurunan kursi di parlemen.
Pada Pileg tahun 2019 lalu, PKB mendapatkan 16 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, namun turun menjadi 15 kursi pada Pemilu tahun 2024.
Dengan fakta penurunan kursi ini, maka bisa disebut PKB Sidoarjo selama masa kepemimpinan Subandi, gagal mempertahankan perolehan kursi awal.
Fakta kedua, Subandi yang ‘ngotot’ tidak menerima mandat dipasangkan dengan sesama kader PKB pada Pilkada 2024, harus menerima konsekuensi dinonaktifkan sebagai Ketua DPC PKB.
Keputusan itu dijatuhkan karena Subandi dinilai melawan perintah partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, karena memilih maju bersama tokoh lain dan diusung parpol lain.
Sanksi penonaktifan Subandi sendiri, tertuang dalam Keputusan Dewan Pengurus Pusat PKB bernomor 35583/DPP/02/VIII/2024 tentang penetapan perubahan kedua susunan dewan pengurus cabang PKB Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, sisa masa bakti 2021-2026.
Bahkan, pada sesi tanya jawab di KPU dengan nada sedikit emosi, mengaku menolak intruksi DPW untuk diduetkan dengan Mas Iin.
Penolakan ini didasari karena dirinya mengindikasikan adanya upaya PKB untuk membumbing kosongkan Pertarungan Pilkada Sidoarjo.
“Inikan dholim, kepinginnya PKB bumbung kosong, inikan tidak boleh karena saya pimpinan daerah. Karena saya sudah ada komitmen dengan Partai Gerindra, Golkar dan Demokrat, saya tidak mau kotor. Ayo perang bersama-sama,” ujar Subandi terlihat sedikit emosi waktu itu.
Dengan fakta seperti ini, mungkin bisa jadi renungan bagi kader PKB Sidoarjo, untuk menilai kepantasan Subandi kembali pimpin PKB Sidoarjo.
Kalaupun ada yang menyebut pantas, disinyalir terlontar hanya dari orang orang PKB yang “berhutang Budi” dan itu sah sah saja.
Tapi bagi kader PKB yang berfikiran logis, bisa jadi memunculkan pertanyaan, ada apa sebenarnya dengan Subandi, yang terlihat sangat gembira ketika ada yang menginginkan dirinya kembali menjadi ketua PKB Sidoarjo.
Apalagi saat ini, sebagai seorang bupati, Subandi termasuk tidak mendapatkan dukungan mayoritas secara politik dari partai di parlemen Sidoarjo.
Dengan fakta Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sidoarjo Subandi untuk tahun anggaran 2024 ditolak oleh DPRD Sidoarjo dalam rapat paripurna.
Sekali lagi, tulisan ini hanya mengingatkan, bahwa besarnya PKB di Sidoarjo, berada di tangan para kader yang loyal dan militan serta keputusan DPP PKB yang bijak, bukan ditangan orang yang……?.(Abidin)

Average Rating