SMPN 1 Gedangan Tarik Rp 1,2 Juta Untuk ODL, Bupati Minta Dinas Pendidikan Lakukan Evaluasi
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Intruksi Bupati Sidoarjo H. Subandi SH yang meminta agar sekolah lebih bijak dalam menyusun program kerja tanpa mengorbankan kenyamanan finansial orang tua murid, ternyata belum di respon dengan baik oleh sebagian sekolahan negeri.

Setidaknya ini yang terjadi di SMPN 1 Gedangan, yang masih belum mencabut rencana ODL (Outdoor Learning) atau pembelajaran terbuka dan jarak jauh, untuk kelas VIII dan Kelas IX nya.
Dari informasi yang dihimpun dari wali murid yang keberatan dengan rencana ODL di SMPN 1 Gedangan ini, untuk biaya ODL kelas VIII di Jogjakarta, pihak sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 1.2 juta untuk pelaksaan ODL dua hari tiga malam.
“Kondisi ekonomi masih kayak gini, kok masih saja ada ODL dengan biaya jutaan,” ujar salah satu wali murid yang minta namanya tidak disebutkan.
Pelaksaan ODL di Jogjakarta ini, rencananya siap dilakukan pada 7 Oktober 2026 mendatang.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak SMPN 1 Gedangan pada Kamis (17/9/2026) pagi, Dr. Aris Setiawan, S.Pd., M.Pd tidak bisa dikonfirmasi karena sedang melakukan kegiatan Dinar ke luar kota.
Sedangkan beberapa guru tidak berani menjawab soal ODL ini karena bukan kewenangannya.
Sebelumnya menanggapi maraknya keluhan orang tua siswa terkait tingginya biaya Outing Day Learning (ODL), Bupati Sidoarjo, Subandi mengambil langkah tegas.
Pihak sekolah diminta untuk tidak memaksakan kegiatan luar sekolah yang berpotensi membebani finansial wali murid atau orangtua.
Subandi menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) serta Plt Sekda Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman untuk segera mengevaluasi total pelaksanaan ODL di seluruh jenjang sekolah mulai SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta.
”Saya minta mulai dari Kepala Sekolah (Kasek) jangan memaksakan ODL yang memberatkan para wali murid. Ini tanggung jawab Dinas Pendidikan untuk mengevaluasinya,” ujar Subandi.
Subandi menjelaskan terdapat beberapa fakta penting dalam penataan kegiatan ODL di Sidoarjo.
Diantaranya biaya luar daerah mengerek beban. Artinya, Subandi menyoroti beberapa pengaduan konkret, seperti rencana ODL ke Jogja yang ditarik biaya sekitar Rp 1,2 juta hingga kegiatan siswa SMP ke Malang selama dua hari yang menelan biaya lebih dari Rp 1 juta.
“Kami minta cukup diprioritaskan di destinasi lokal. Kami menghimbau semua sekolah tidak memaksakan kegiatan ke luar daerah kalau memerlukan biaya besar. Pembelajaran luar kelas tetap bisa mencapai tujuannya dengan memanfaatkan potensi lokal,” pinta Subandi. (Abidin)

Average Rating