Elektabilitas Partai Gerindra Naik, RM : Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat Sidoarjo
SIDOARJO (liputansidoarjo.com) – Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo H.Rahmat Muhajirin SH MH, menilai naiknya elektabilitas Partai Gerindra sebesar 14.4 persen seperti hasil survey yang dikeluarkan Surabaya Survey and Consulting / Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), menunjukkan program yang digariskan Presiden Prabowo cukup diterima masyarakat.

Berbagai program kerakyatan baik itu MBG, KDMP, ketahanan pangan maupun program lainnya, sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sidoarjo.
“Secara umum, naiknya elektabilitas partai Gerindra ini, tidak terlepas dari kebijakan pro rakyat yang sudah ditentukan oleh Presiden Prabowo. Ini tentu saja menjadi pendorong bagi kita partai Gerindra di Sidoarjo, untuk terus bekerja keras menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Rahmat Muhajirin, Selasa (8/9/2026).
Untuk itu, Rahmat Muhajirin menghargai hasil survey itu, sebagai amanah dan tanggung jawab kepuasan yang sudah diberikan masyarakat Sidoarjo.
“Kita tidak boleh berpuasa diri menyikapi hasil survey ini. Kita tetap bekerja keras, agar elektoral partai terus naik seiring kepuasan publik terhadap berbagai kebijakan yang pro rakyat,” ujar Rahmat Muhajirin.
Selain meningkatnya elektabilitas Partai Gerindra, dalam survey ARCI ini, juga menyebutkan terjadinya penurunan elektabilitas kepempinan pasangan Subandi – Mimik (BAIK) di Kabupaten Sidoarjo.
Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzayyin Syafrial membeberkan, dalam survey itu angka kepuasan masyarakat saat ini berada di angka 70,6 persen.
Meski angka itu, masih menunjukkan modal kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, pergerakannya menunjukkan tren penurunan yang signifikan secara bertahap.
Rinciannya pada ​100 Hari Pertama keputusan mencapai 84,9 persen, kemudian ​6 bulan menurun menjadi 80,5 persen, dilanjutkan masa ​1 tahun menurun lagi menjadi 71,8 persen dan masuk selama 1,5 tahun atau saat ini mala menurun lagi menjadi 70,6 persen.
“​Secara kumulatif, terjadi penurunan sebesar 14,3 persen poin. Penurunannya memang cukup besar, tetapi ini menjadi bahan evaluasi kami bersama ke depannya,” ujar Ahmad Muzayyin Syafrial.
Menurut Muzayyin, sebagai partai pengusung, Partai Gerindra tidak akan tinggal diam atau berpura-pura tidak melihat pergeseran persepsi publik itu. Baginya, angka 70,6 persen memang masih menunjukkan modal kepercayaan saja.
Akan tetapi, yang lebih penting untuk diperhatikan bersama adalah pergerakannya.
“Penurunan 14,3 persen ini harus menjadi peringatan dini untuk melakukan evaluasi total,” ungkap Ahmad Muzayyin yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini.
​Selain menyoroti tren penurunan, Fraksi Partai Gerindra Sidoarjo juga menyoroti transparansi metodologi lembaga survei.
Muzayyin mencermati adanya perbedaan pembacaan data. Yakni komposisi sangat puas (8,3 persen), puas (35,2 persen) dan cukup puas (25,9 persen) jika dijumlahkan menghasilkan 69,4 persen, sedikit berbeda dari angka agregat 70,6 persen yang dipublikasikan.
“Karena itu, kami mendorong adanya klarifikasi metodologis secara terbuka agar publik mendapat informasi yang akurat dan benar,” tegas Muzayyin. (Abidin)

Average Rating