“Smart Eating, Strong Living” Jadi Tema Peringatan Hari Gizi SMP Al Muslim
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)- SMP Al Muslim menyelenggarakan kegiatan Healthy Day dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional dengan mengusung tema “Smart Eating, Strong Living”.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan kesadaran pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, serta gaya hidup aktif kepada seluruh siswa.
Healthy Day diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan suasana yang edukatif dan penuh antusiasme.
Healthy Day dirancang sebagai kegiatan pembelajaran kontekstual, yang mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan praktik langsung.
Beragam aktivitas dilaksanakan, mulai dari senam bersama, presentasi bekal sehat yang dirancang dan dibuat sendiri oleh siswa, hingga pembiasaan memilih makanan sehat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam mendukung proses belajar dan tumbuh kembang remaja.
Kepala SMP Al Muslim, Ustazah Ika Sriyaningsih, M.Pd. menyampaikan, bahwa Healthy Day menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus sehat secara fisik dan mental.
“Kegiatan Healthy Day ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap kesehatan siswa. Kami ingin siswa memahami bahwa prestasi dan semangat belajar sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang sehat dan asupan gizi yang baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa tema Smart Eating, Strong Living dipilih agar siswa memiliki pemahaman yang tepat tentang pola makan sehat.
“Melalui tema ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa makan bukan hanya untuk kenyang, tetapi harus cerdas dan bergizi. Jika siswa terbiasa makan sehat, maka mereka akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan lebih siap menghadapi tantangan belajar,” tambahnya.
Ketua Panitia Healthy Day, Ustazah Eka Puji Lestari, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan agar pesan tentang gizi dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Menurutnya, keterlibatan aktif siswa menjadi kunci keberhasilan kegiatan.
“Kami ingin siswa terlibat langsung, tidak hanya sebagai peserta pasif. Oleh karena itu, kami menghadirkan kegiatan seperti presentasi bekal sehat dan identifikasi kandungan gizi agar siswa belajar dari pengalaman nyata,” jelasnya.
Healthy Day tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan mampu membentuk kebiasaan jangka panjang.
“Harapan kami, setelah mengikuti Healthy Day, siswa menjadi lebih sadar dalam memilih makanan, lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri, dan mampu menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya. (Ek/Abidin)

Average Rating