Antara KPK, Nusron Dan Muktamar, PCNU Sidoarjo ‘Semoga’ Amanah Dan Aman
OPINI (liputansidoarjo.com)-
Isu dugaan praktik risywah (suap) atau politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur (27–31 Agustus 2026) sedang menjadi sorotan luas.

Terbaru, KPK menyampaikan telah menerima pengembalian uang dari PCNU Nias, Sumatera Utara (Sumut), senilai Rp 250 juta.
Sebelumnya PCNU Sekadau (Kalimantan Barat) Dilaporkan juga telah menyerahkan bukti-bukti serta mengembalikan uang yang diduga terkait dengan dana muktamar ke gedung KPK
Dilansir melalui dtk, KPK mengatakan uang itu diduga berkaitan dengan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
“Memang ada pengembalian dari salah satu ormas, ya dan pengembalian uang tersebut juga telah dilakukan penyitaan oleh penyidik, salah satunya pengembalian uang senilai 250 juta,” ungkap juru bicara KPK, Budi Prasetyo.
Budi mengatakan, terhadap uang itu, penyidik masih melakukan penelusuran.
Salah satunya penelusuran terkait dugaan uang itu dengan kasus suap dan penerimaan lainnya di Kementerian ATR/BPN terkait Muktamar ke-35 NU.
“Materi itu sedang didalami (keterkaitan dengan perkara di Kementerian ATR/BPN). Dari pengembalian uang itu, tentu nanti penyidik akan melakukan analisis lebih lanjut bagaimana keterkaitan dengan perkara,” jelas Budi.
Budi menyampaikan, jika memang uang itu terkait dengan perkara di Kementerian ATR/BPN, akan disita menjadi barang bukti.
Namun sebaliknya, jika dalam proses analisis penyidik tidak menemukan keterkaitan uang itu dengan perkara, akan dikembalikan kepada PCNU Nias.
Bagaimana dengan PCNU Sidoarjo ? Tentu kita sebagai warga NU di Sidoarjo, khawatir betul jika PCNU Sidoarjo tiba-tiba nantinya terseret masalah ini, karena bagaimanapun juga PCNU Sidoarjo juga salah satu peserta Muktamar .
PCNU Sidoarjo apakah aman, dan pasti tidak menerima aliran uang dari Nusron itu?, tentu saja kita tidak bisa mengira-ngira, menduga-duga atau bahkan sampai menuduh.
H.Agus Ubaidilah sekretaris PCNU Sidoarjo saat ditanya masalah ini, tidak memberikan jawaban apapun.
Informasi yang didapatkan dari beberapa sumber tokoh NU diluar struktur PCNU terbilang simpang siur.
Ada yang menyebutkan PCNU Sidoarjo pada Muktamar ke 35 kemarin, merupakan gerbong dari KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang sama sekali tidak ada jalur benang merah kepada Nusron Wahid, sehingga jauh jika PCNU Sidoarjo “kecipratan” uang dari Nusron itu.
Namun begitu, ada juga yang menyebutkan, gerbong Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Nusron cukup dekat dengan salah satu pengurusan inti PCNU Sidoarjo, yang disinyalir bisa jadi celah berkomunikasi dengan Nusron Wahid.
Yang pasti, pergerakan KPK untuk mengusut dana besar Nusron Wahid yang diduga mengalir di muktamar NU, akan terus bergerak hingga menemukan kepastian siapa saja penerima aliran dana itu.
Dan sebagai pribadi yang cinta dengan NU khususnya PCNU Sidoarjo, kami berdoa dan berharap betul, Sidoarjo aman dari aliran uang yang kini didalami KPK tersebut.
Wallahu a’lam bishowab..(Abidin)

Average Rating