Sidak Perbaikan Jalan, Wabup Soroti Pengerjaan Yang Asal Tambal

Read Time:1 Minute, 30 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Perbaikan jalan di wilayah Sidoarjo yang terkesan asal-asalan mendapat respon Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana, dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lapangan.

Wabup yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra ini, tidak menyangkal dalam pengerjaan perbaikan jalan dilakukan pihak kecamatan melalui program Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Sidoarjo, tidak berjalan maksimal.

Bahkan terkesan mengejar kuantitas, daripada mengedepankan kualitas hasil pekerjaan perbaikan jalan tersebut.

Selain itu tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang dan komprehensif.

“Bisa jadi karena orientasinya mengejar target kuantitas daripada kualitas karena dituntut  sebelum lebaran perbaikan jalan harus rampung. Akhirnya jalan rusak atau berlubang yang diperbaiki cepat rusak kembali. Aspalnya gampang ‘nglontok’,” ujarnya.

Dalam sidak ke beberapa lokasi, Mak Mimik juga menemukan indikasi pekerjaan yang asal-asalan, tidak disertai perencanaan matang.

Pemeliharaan ruas jalan  Suko–Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, dinilainya cenderung mengabaikan kualitas aspal sekaligus sistem drainase yang dinilai berpotensi memicu banjir.

Dalam sidaknya, Mak Mimik sempat berdialog langsung dengan satgas jalan dari Dinas PUBMSDA Sidoarjo untuk memastikan spesifikasi pekerjaan sesuai standar.

“Saya harap dalam perbaikan jalan, sesuai standart tidak boleh di kurangi spesifikasinya.“Ketebalan lapisan aspal harus  memenuhi ketentuan, yakni mulai dari 3 sentimeter dengan material batu gragal, lapen, dan aspal hotmix. Jangan sampau kualitas pekerjaan dikurangi yang akhirnya berdampak pada ketahanan jalan,” tambah Mak Mimik.

Selain kualitas jalan, juga menyoroti kondisi drainase yang dinilai belum optimal, menyusul adanya sejumlah saluran air yang tertutup urukan dan pengecoran tanpa mempertimbangkan aliran air.

Kondisi ini berpotensi menghambat aliran air dan memicu genangan hingga banjir saat hujan turun.

Dia juga menegaskan bahwa penanganan drainase harus menjadi prioritas utama, karena pembangunan jalan tidak akan efektif jika persoalan banjir belum terselesaikan.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak menutup saluran air secara sembarangan karena dapat memperparah kondisi banjir. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *