Ketua Komisi D : Kita Dukung Perbaikan KONI Sidoarjo Dengan Elegan
SIDOARJO (Liputansidoarjo.com)- Ketua komisi D DPRD Sidoarjo sebagai mitra KONI, berharap betul ada pembenahan di internal KONI Sidoarjo, sebagai langkah mengembalikan kembali prestasi olahraga yang sempat turun di Porprov 2025.

Terlepas siapapun ketua KONI selanjutnya, ketua komisi D meminta upaya pembenahan itu secepatnya dilakukan.
“Kalau memang ada desakan Musorkablub dan itu disepakati seluruh Cabor, yang Monggo saja, apalagi semangatnya untuk pembenahan olahraga di Sidoarjo ,” ujar H.Damroni Chudlori, Jumat (10/5/2026).
Soal siapa kandidat yang layak untuk memegang kendali KONI, politisi PKB ini mendukung siapapun yang memang layak.
“Siapapun berhak jadi kandidat ketua KONI, silahkan tapi dengan jalan yang baik dan elegan, salah satunya dengan menyampaikan visi dan misinya ke seluruh Cabor. Jangan dengan jalan gerilya yang akhirnya menyebabkan perpecahan di tubuh KONI” pesan Damroni.
Damroni menambahkan, Sidoarjo gagal di Porprov 2025 kemarin, memang bisa disebabkan tata kelola dari internal pengurus yang kurang baik.
Karenanya ke depan dan menghadapi porprov 2027, KONI harus memiliki target maksimal minimal kembali ke runner up.
“Kalau perlu Disporapar, memfasilitasi para kandidat untuk menyampaikan visi misi kepada seluruh Cabor. Kita juga akan mendukung langkah perbaikan ini,” ungkap Damroni.
Sebelumnya Suara mayoritas ketua Cabor Sidoarjo menuntut Imam Mukri mundur dari jabatan ketua KONI Sidoarjo, mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Sidoarjo H.Warih Andono Dan Tarkit Erdianto anggota komisi D DPRD Sidoarjo.
Dukungan ini disampaikan kedua wakil rakyat ini, saat menggelar dialog bersama puluhan ketua Cabor Sidoarjo, sebagai pemilik suara sah dalam pemilihan ketua KONI Sidoarjo.
“Saya tegaskan, jika memang ketua KONI Sidoarjo saat ini (Imam Mukri) sudah berhalangan tetap karena sakit, maka lebih baik mundur dari jabatan. Kalau tidak mau mundur, maka Silahkan Cabor melakukan upaya Musyawarah luar biasa,” tutur Warih Andono tegas.
Menurut politisi Golkar ini, banyak pekerjaan rumah KONI yang harus segera dituntaskan, demi kemajuan olahraga di Sidoarjo.
Dengan kondisi Imama Mukri yang tidak aktif sejak awal tahun 2026, tentu saja menggangu keberlangsungan KONI Sidoarjo.
“Biar tidak lama-lama fakumnya, Monggo mundur saja secara legowo,” pinta Warih.
Senada dengan Warih Andono, Tarkit Erdianto anggota komisi D malahan mengutip sebuah hadist, barang siapa diberikan amanah tapi bukan keahliannya, maka tunggulah kehancuran”.
“Maka sebuah pemimpin itu harus memiliki kecakapan dalam memimpin organisasi,” ungkap Tarkit. (Abidin)

Average Rating