Jum’at Berkah, Abah Sutadji Berikan Sembako, Sepatu Dan Peralatan Sekolah Baru Untuk Adi Dan Gendis
SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Jum’at (16/1/2026), yang bertepatan dengan peringatan Isra mi’raj Nabi Muhammad SAW, menjadi hari berkah bagi M. Adi Faristian dan adiknya Gendis Ayu.

Pasalnya, dua anak warga Tenggulunan yang sebelumnya tidak bisa lanjut sekolah karena faktor ekonomi dan keluarga ini, mendapatkan hadiah sepatu, tas dan peralatan sekolah dari H.Sutadji , anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Tidak hanya itu, sekarung beras seberat 25 kg, juga dibawakan Abah Sajek (panggilan akrabnya H.Sutadji) bersama istri, sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi kedua anak ini, yang kini tinggal bersama kakeknya.
“Hari ini saya serahkan masing-masing satu pasang sepatu sekolah beserta tas dan peralatan sekolah, sebagai suport untuk Adi dan Gendis agar semangat bersekolah lagi,” ujar H.Sutadji.
Dalam pemberian sembako dan keperluan sekolah ini, Abah Sutadji juga didampingi Akhmad Idom Ma’un Kepala Desa Tenggulunan Kecamatan Candi.

Suasana haru cukup terlihat saat pertama kali Abah Sutadji masuk ke ruang tamu kediaman Jauri kakek Gendis.
Adi dan Gendis yang menerima sepatu dan tas sekolah, terlihat sumringah meski sedikit malu-malu.
“Sepatunya bagus, pas ukuran kaki,” tutur Gendis dengan suara pelan.
Sementara itu kepala desa Tenggulunan yang turut mendampingi, mengucapkan terima kasih atas perhatian dari wakil rakyat dari PKB ini.
“Kepedulian Abah Sutadji hari ini sangat berarti bagi warga kami,” terang Akhmad Idom.
Seperti diketahui sebelumnya,
Setelah mendapatkan informasi adanya siswa yang tidak bisa melanjutkan jenjang sekolah (LTM) di Dusun Maju Desa Tenggulunan RT 02 RW 01, Ketua Fraksi PKB yang juga ketua komisi D DPRD Sidoarjo H.Damroni Chudlori bersama H.Sutadji anggota komisi D, langsung melakukan inspeksi ke lokasi, Selasa (13/6/2026). Hasilnya, kedua anggota dewan dari Fraksi PKB ini, berhasil menemui M. Adi Faristian dan adiknya Gendis Ayu, yang mestinya kini sudah duduk di bangku SMP dan SD.
Dalam sidak ini diketahui, persoalan ekonomi dan persoalan keluarga, menjadi alasan utama kedua anak ini tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi
“Adi Faristian ini tahun kemarin sudah lulus dari sekolah MI, dan mestinya tahun ini sudah kelas 1 SMP. Namun karena persoalan keluarga dan ekonomi, jadi sekolahnya terbengkalai. Keduanya saat ini diasuh sama kakeknya yang juga sedang sakit” ujar Damroni Chudlori.
Begitu juga dengan Gendis Ayu yang berusia 7 tahun, mestinya sudah masuk SD pada tahun 2025 kemarin.
“Tapi karena ditelantarkan orang tuanya, keduanya tidak bisa lanjut ke Sekolah lanjutan,” tutur Damroni.
Sementara itu menurut H.Sutadji anggota Dewan dari Dapil Candi Tanggulangin Porong Jabon, dari kordinasi dengan Dinas Pendidikan Sidoarjo dan instansi terkait, langsung diberikan solusi untuk kedua anak ini.
“Keduanya dipastikan bisa sekolah di tahun ajaran 2026-2027 ini. Untuk M. Adi Faristian akan masuk pada SMPN 1, sedangkan adiknya sudah masuk SDN Tenggulunan,” ujar Sutadji. (Abidin)

Average Rating