Aktivis Perempuan Kecam Aksi ‘Brutal’ Satpol PP Lawan Emak Emak Mutiara Regency

Read Time:1 Minute, 3 Second

SIDOARJO (liputansidoarjo.com)-
Aksi bongkar paksa tembok pembatas perumahan Mutiara Regency dan mutiara city oleh Satpol PP, mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Setelah wakil kedua dewan hingga wakil Bupati Sidoarjo, giliran aktivis perempuan bersuara.

Nadia Bafagih, aktivis perempuan dengan tegas mengecam keras tindakan brutal, represif, dan biadab yang dilakukan oleh Satpol PP Sidoarjo atas perintah Bupati Sidoarjo terhadap rakyat yang memperjuangkan haknya.

Menurut Nadia, ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, melainkan bentuk nyata dari brutalitas negara, menginjak-injak martabat rakyat, dan melanggar hak asasi manusia.

Nadia Bafagih, aktivis perempuan yang selama ini concern dengan issue HAM & Kemanusiaan menilai, insiden ini merupakan potret paling terang dari wajah represif kesewenang wenangan Bupati Sidoarjo.

Tindakan kekejaman Satpol PP Sidoarjo yang brutal & tidak berprikemanusiaan ini terekam luas dalam video publik, adalah jelas jelas bentuk nyata kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir.

Peristiwa ini juga mempertegas pola berulang, bahwa perintah Bupati Sidoarjo ini, memposisikan rakyat sebagai musuh, Alih-alih hadir sebagai pelindung dan pengayom, Satpol PP Sidoarjo justru menjelma menjadi alat kekuasan untuk merepresif dengan menghalalkan kekerasan, pemukulan, kriminalisasi & intimidasi, terutama terhadap sejumlah korban yang sebagian juga para ibu ibu & Lansia, yang memperjuangkan haknya.

“Ini pengkhianatan terhadap konstitusi dan bentuk pengabaian tanggung jawab Bupati Sidoarjo terhadap warganya,” titip Nadia. (Abidin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *